Home / Collections / Home page / Mesin IontoCure iD-200

Mesin IontoCure iD-200

3.800.000,00
Mesin IontoCure iD-200

Mesin IontoCure iD-200

3.800.000,00
description

Mesin iontophoresis iD-200 iontocure mengeringkan hiperhidrosis tangan dan kaki.

Terapi Iontophoresis menggunakan air keran biasa adalah perawatan yang digunakan untuk keringat berlebih yang mengganggu kelenjar keringat di bawah lapisan kulit terluar. Solusi yang terbukti secara ilmiah menunjukkan bahwa mesin iontophoresis secara positif mengobati lebih dari 98% kasus di mana pasien mengalami hiperhidrosis palmar dan plantar. 

Fitur mesin iontophoresis  iD-200

*  Arus tinggi untuk hasil cepat -  Ketegangan variabel, arus yang dapat disesuaikan: terapi tangan dari 2mA hingga maksimal 10mA, terapi kaki dari 4mA hingga maksimal 20mA.

*  Baterai isi ulang li-polimer 1000mAh built-in (ketika terapi tidak perlu dicolokkan ke listrik) Durasi baterai 4 hingga 6 jam sekali charge. Bisa buat semingguan guys. Mesin iontophoresis pertama dengan baterai li-polimer bawaan di pasaran.

* Tampilan Tegangan dan Arus aktual - Mesin iontophoresis pertama yang mampu menunjukkan tegangan dan arus yang sama di pasaran.

* Mulai dari arus yang rendah untuk menghindari sensasi sengatan listrik.  Arus listrik akan meningkat dari 0mA ke arus target saat perawatan dimulai.

* Timer internal (Lebih Nyaman)

* Secara otomatis mematikan polaritas arus (Lebih cerdas)

Tekan tombol ON/OFF selama 3 detik untuk menghidupkan dan mematikan mesin. Mesin akan mati secara otomatis jika tidak ada operasi dalam 5 menit untuk menghemat energi. 

 

Paket termasuk :

Mesin Iontocure iD-200 * 1

Lempengan Elektroda * 2

Tas plastik * 1

Kabel sumbat pisang * 2 (warna abu-abu; yang di pakai terapi cuma 1, satu lagi buat cadangan)

Handuk * 3 (yang di pakai terapi cuma 2, satu lagi cadangan)

Charger universal * 1

CATATAN: Perawatan iontophoresis yang berhasil membutuhkan kesabaran dengan pendekatan ilmiah! Jadi tolong simpan catatan terapinya!

Pengiriman:

IHHC adalah perwakilan IontoCure satu-satunya di Indonesia.